ETNOHISTORI

Esai Photo [Flores]

Foto & narasi: Maria Ingrid Nabu Bhoga

1. Gereja Katolik Mater Boni Consili Bajawa didirikan pada tahun 1921.

-

2. Suasana usai perayaan misa Natal di Gereja Katolik Mater Boni Consili Bajawa.

-

3. Tipikal rumah pemeluk agama Katolik di Flores.

-

4. Lambang suci Katolik sering dijumpai dalam kendaraan pribadi di Flores.

-

5. Salib dan Rosario di dalam rumah adat etnis Bajawa.

-

6. Kesibukan di Pasar Bajawa sehabis hujan dengan latar belakang Gereja Protestan di sebelah kiri dan Masjid di sebelah kanan.

-

7. Gong-gendang: alat musik yang selalu dipakai untuk mengiringi tarian dalam upacara adat etnis Bajawa.

-

8. Kain tenun khas etnis Bajawa dengan motif kuda yang digunakan dalam upacara adat maupun pakaian sehari-hari wanita dan pria.

-

9. Para perempuan berbincang di halaman kampung adat Bajawa dalam sebuah upacara lamaran.

-

10. Pakaian Adat Laki-laki dan Perempuan Etnis Bajawa.

-

11. Letak kuburan yang berdampingan dengan pemukiman penduduk di kampung adat Bajawa.

-

12. Kerabat Muslim yang menghadiri upacara lamaran di tempat kerabat Katolik.

-

13. Perempuan desa Tololela di samping wati yakni tempat makan yang terbuat dari anyaman daun.

-

14. Kampung tradisional Tololela [1] dengan Ngadhu dan Bhaga di tengah-tengahnya sebagai lambang kesatuan adat.

-

15. Ngadhu: simbol leluhur laki-laki etnis Bajawa.

-

16. Bhaga: simbol leluhur perempuan etnis Bajawa.

-

17. Kampung tradisional Tololela [2] yang berada lebih rendah di bawah kampung Tololela (1).

-

18. Kampung tradisional Bena dengan bebatuan megalitikum.

-

19. Salah satu masakan tradisional: babi yang baru saja dibakar, siap dipotong dan dibumbui untuk dimasak.

-

20. Diaspora masyarakat Jawa tampak pada warung makan masakan Jawa Timur di Kabupaten Mbay.


-

14 Februari 2012

Etnohistori Edisi Studi Indonesia Timur yang Terlupakan

: :
Penulisan Sejarah Indonesia: Menuju “The New History”         Uang & Hutang dalam Pembentukan Peradaban Manusia         Pertanyaan tentang Metodologi Ilmu Sosial Indonesia         Pala, Otsus dan Kerentanan Identitas di Kaimana         Luruh dalam Kekuasaan. Lenyapnya Ilmuwan Sosial dalam Telaah Ilmu Sosial di Indonesia         Keterputusan Pemikiran Sosiologi di Indonesia         Melacak Perkembangan Antropologi Modern di Asia Tenggara         Yap Thiam Hien; Sang Warganegara         Mencari Jejak Koh I Noor         “Kamu India Asli atau India Palsu?”: Potret Tiga Perempuan dalam Keluarga Etnis India di Yogyakarta         Ah, India         Politik Identitas Mayoritas-Minoritas di India. Wawancara dengan Ram Kakarala         Fatwa Menentang Yoga: Mengurai Konflik Melawan Fundamentalisme di Indonesia (bagian 2)         Fatwa menentang Yoga: Mengurai Konflik melawan Fundamentalisme di Indonesia (bagian 1)         Perjalanan Panjang Mengenal Hindu di Yogyakarta         Praktek Rentenir masa Kolonial: Kehidupan orang Chetti di Medan akhir Abad ke-19―Awal Abad ke-20         Nasionalisme Jarak Jauh: Praktik Kultural Sebuah Keluarga India         Tanah Air (yang masih versi) Beta: “Membayangkan” Indonesia Timur dalam Film         Etnografi Konflik & Kekuasaan Nahdlatul Wathan (NW) di Lombok (bagian 2): Kharisma Maulana Syaikh         Etnografi Konflik & Kekuasaan Nahdlatul Wathan (NW) di Lombok (bagian 1)         Filsafat Lokal Patasiwa dan Siwalima dalam Masyarakat Maluku (bagian 2)         Filsafat Lokal Patasiwa dan Siwalima dalam Masyarakat Maluku (bagian 1)         “Ale Rasa Beta Rasa”: Menyusun Sejarah Bersama di Ambon (2−selesai)         “Ale Rasa Beta Rasa”: Menyusun Sejarah Bersama di Ambon (1)         Geliat Aristokrasi Dalam Politik Lokal Sumbawa         Dari Debat Geertz versus Hooykaas tentang Bali: Untuk Para Etnografer & Historian         Jiwa yang Patah: Ingatan Kekerasan dan Penderitaan di Tanah Papua         Menjadi Modern: Etnografi orang-orang Rote dan Sawu (3-Habis)         Kisah Lontar: Etnografi orang-orang Rote dan Sawu (2)         Kisah Lontar: Etnografi orang-orang Rote dan Sawu (1)         Lawan Abadi Tawuran Pelajar Kota Blitar (STMK vs STMI)         Jago dan Maskulinitas dalam Mitologi Pewayangan Jawa         Jawara dan Beragam Pemberontakan di Banten (2)         Jawara dan Beragam Pemberontakan di Banten (1)         Jagoan Jakarta Dalam Sejarah         Pecalangan dan Jagoan di Bali (3-Habis): “Dari Polisi Adat hingga Penyebar Teror”         Pecalangan dan Jagoan di Bali (2): I Wayan Doblag dan Mimpinya Menjadi Jagoan         Pecalangan dan Jagoan di Bali: Catatan Etnografis (1)         GPK: Dari Hobi Bacok, Menuju Parlemen Lokal         Saksikan Sendiri: Samson Jagoan Betawi Asli!         Biografi Preman-Preman Yogyakarta (3-habis)         Biografi Preman-Preman Yogyakarta (2)         Biografi Preman-Preman Yogyakarta (1)         Si Pitung dalam Sinema         Geng dan Negara Orde Baru (2-habis)         Jago dan Kriminalitas Pedesaan (3)         Jago dan Kriminalitas Pedesaan (2)         Geng dan Negara Orde Baru (1)         Jago dan Kriminalitas Pedesaan (1)         Satu Tungku Tiga Batu: Hubungan Tiga Agama di Teluk Patipi, Fakfak         Papua, Mau Dibawa Kemana?         Freeport: Akar Separatisme Negara         Karena Terabaikan; “Menjadi Seniman Patung Bayangan”         Pemberdayaan Radio Komunitas bagi penguatan Identitas lokal di Tanah Papua         Politik Pemekaran Daerah dan Siasat Elit Lokal di Papua         Generasi Pertama Orang Dani Pemeluk Islam (3-Habis)         Sejarah Masuknya Islam ke Masyarakat Wamena-Papua (2)         Sejarah Masuknya Islam ke Papua (1)         Ukulele Mambesak: Membayangkan Identitas Budaya Papua 1970-1980-an         Mencari Bentuk Film Indonesia (3-Habis): Lesunya Bioskop & Gagalnya Kebangkitan Film Indonesia         Mencari Bentuk Perfilman Indonesia (2): Genealogi Munculnya Film Seks, Kekerasan & Koboi         Mencari Bentuk Perfilman Indonesia (1): Revolusi & Nasionalisasi Film di Jaman Soekarno         Baku Hantam yang Keblinger dalam Merantau         Membioskopkan Santri & Pesantrennya         From Sex to Syahadat: The Market & Resurgence of Religion in Indonesian Cinema 1997-2011         Thank You, India (Movie)        

2011—2013 • ETNOHISTORI • ISSN: 2303-3762