Sebagai ibukota provinsi pemekaran, Kota Manokwari terus menunjukkan perubahan. Gedung-gedung penggerak ekonomi di kota terus berdiri kokoh. Namun sayang, bergeraknya denyut nadi ekonomi itu sepertinya hanya dinikmati oleh para pendatang. Sementara pasar-pasar tradisional tidak memberikan ruang yang layak kepada mama-mama Papua untuk menggerakkan denyut nadi perekonomian. Manokwari memang berubah, namun itu hanya bisa dilihat dari jejeran gedung-gedung. (© teks dan foto: I Ngurah Suryawan)








[]
Etnohistori Edisional Papua: Tanah Papua di Garis Depan Global


