Home / Edisional / Etnohistori India di Indonesia

Etnohistori India di Indonesia

 

Pengantar Edisi Etnohistori India di Indonesia

 

Perspektif yang berbeda dalam memandang sejarah diaspora suatu kelompok etnis tertentu merupakan kajian yang masih perlu untuk didalami terutama di negara-negara pascakolonial. Hal ini dilakukan untuk lebih memahami persoalan warisan kolonial yang telah turut membuat garis imajinasi berbangsa antar-etnis, antarkelompok di negara-negara pasca-kolonial yang kadangkala tidak semudah yang dibayangkan. Pemahaman mengenai etnisitas yang telah hadir sejak masa kolonial, tidak cukup hanya dengan melihat mereka saat ini dengan warisan cara pandang masa lalu. Diperlukan usaha yang keras untuk memahami dan mencari geneologi kehidupan mengenai komunitas (terlupakan) ini. Mereka bahkan jauh-jauh hari sebelum masa pemerintah kolonial mencengkeram bumi Nusantara, telah hadir secara fisik, namun tidak dalam imajinasi berbangsa kita. Proses peleburan budaya yang telah dilakukan, selalu dianggap menjadi “yang lain”. Maka, agar gambaran utuh mengenai keberadaan etnis minoritas ini muncul dalam historiografi kita, kisah-kisah kehidupan etnis minoritas haruslah terus dikembangkan.

Edisional Etnohistori kali ini mencoba menelisik lebih lanjut mengenai keberadan komunitas India yang dibaca dalam kerangka sejarah diaspora. Bagaimana ketersebaran etnis India di bumi Nusantara yang telah hadir sejak masa-masa kerajaan Hindu, hingga sempat terputus dalam memori kolektif ingatan bangsa, sampai kemudian generasi yang paling terbaru, ini tersebar di beberapa tempat di Indonesia? Ada komunitas India di Medan yang terkenal dengan kampung Madras-nya, lalu kampung Koja, di Semarang, dan juga komunitas India di Jakarta yang menguasai perfilman/pertelevisian Indonesia. Seperti apa hubungan-hubungan antar komunitas itu, lalu bagaimana persebaran tempat tinggal komunitas ini? Dari bagian India manakah mereka kemudian hadir di Indonesia? Berikut bagaimanakah praktik kultural yang dibawanya. Kisah para Chetti di Medan pada masa kolonial yang merupakan respon dalam perkembangan kota Medan sebagai kota kolonial, tentunya sangat berbeda dengan kedatangan orang India pertama kali di Yogyakarta. Begitu pula dengan praktik kultural yang masih dipertahankan oleh komunitas ini dalam ruang-ruang peribadatan, maupun dalam kehidupan berkeluarga, layak untuk dilihat sebagai bentuk imaji “negarabangsa”, maupun upaya pengingatan  dan penegasan atas ”identitas” ke-India-an diri mereka. Semuanya adalah sebentuk proses sejarah keluarga yang panjang dalam sejarah komunitas ini. Semua pertanyaan-pertanyaan ini akan dapat kita temui jawabannya pada edisi Etnohistori India di Indonesia. Aspek-apek ini tentunya menyimpan beragam kisah yang perlu untuk dikaji secara lanjut, alih-alih untuk menyimpulkan secara arbiter. Maka undangan terbuka untuk mempertemukan beragam penemuan atas diaspora sejarah etnis India ini, akan kami tunggu secara terbuka dalam edisional Etnohistori kali ini.

Kru Etnohistori pada bulan November 2011―Januari 2012 telah melakukan penelitian mengenai sejarah komunitas India di Yogyakarta bersama-sama dengan KUNCI Cultural Studies Center, dalam rangka parallel events Biennale Jogja, yang pada tahun 2011 mengambil tema Yogya―India. Sebagian dari tulisan yang akan hadir dalam edisi kali ini adalah hasil temuan dari penelitian tersebut. (AM, Maret 2012)

 

Editor: Anna Mariana (E-mail: anna@etnohistori.org)

 

――――

Tulisan:

Nasionalisme Jarak Jauh: Praktik Kultural Sebuah Keluarga India oleh Padma Indranila

Praktek Rentenir masa Kolonial: Kehidupan orang Chetti di Medan akhir Abad 19―awal Abad 20 oleh Apriani Harahap

Perjalanan Panjang Mengenal Hindu di Yogyakarta oleh Jean Pascal Elbaz, Abmi Handayani & Astrid Reza

Fatwa menentang Yoga: Mengurai Konflik melawan Fundamentalisme di Indonesia (1) oleh Martin Ramstedt

Fatwa menentang Yoga: Mengurai Konflik melawan Fundamentalisme di Indonesia (2) oleh Martin Ramstedt

Politik Identitas Mayoritas−Minoritas di India. Wawancara dengan Ram Kakarala oleh Hatib Abdul Kadir

Ah, India oleh Laraswati Ariadne Anwar

“Kamu India Asli atau India Palsu?”: Potret Tiga Perempuan dalam Keluarga Etnis India di Yogyakarta oleh Anna Mariana

Mencari Jejak  Koh I Noor oleh Anna Mariana

 

 

 


2 Tanggapan

  • Hello, guest
  • I must convey my love for your generosity giving support to women who really need assistance with this important subject. Your real dedication to getting the solution up and down appeared to be exceptionally beneficial and have in every case made guys and women much like me to realize their objectives. Your helpful help and advice indicates a whole lot a person like me and even further to my peers. Thank you; from all of us.