ETNOHISTORI

Des Indes Orientales: Pameran Sejarah Komunitas India di Yogyakarta

Des Indes Orientales: Pameran Sejarah Komunitas India di Yogyakarta

Pembukaan: Selasa, 3 Januari 2012 | 18.00 sampai selesai

Diskusi Publik: Jumat, 6 Januari 2012 | 16.00 sampai selesai

Pameran: Setiap hari mulai 3 hingga 10 Januari 2012 | 11.00 – 20.00

Semua kegiatan berlangsung iCAN, Jl Suryodingratan no. 39, Yogyakarta

[Gratis dan terbuka untuk umum]

Des Indes Orientales: Pameran Sejarah Komunitas India di Yogyakarta adalah bagian dari rangkaian presentasi proyek kolaboratif yang diinisiasi KUNCI Cultural Studies Center. Kegiatan yang berlangsung sejak 3 hingga 10 Januari 2012 di iCAN ini menyajikan berbagai hubungan dan temuan yang dijelajahi selama empat bulan belakangan oleh para peserta proyek bersama-sama warga India Indonesia di kota. Alih-alih sebuah simpulan akhir, rangkaian kegiatan ini dimaksudkan sebagai peristiwa yang tumbuh dan terbuka bagi partisipasi dan respon balik dari seluruh warga komunitas yang terlibat, termasuk publik pemirsa.

Pameran ini terselenggara berkat kerjasama KUNCI Cultural Studies Center, Etnohistori, Sangam House dan Indonesia Contemporary Art Network (iCAN), sekaligus merupakan bagian dari rangkaian Parallel Events, Biennale Jogja XI.

Collaborators:
Anang Saptoto, Abmi Handayani, Anna Mariana, Astrid Reza, Antariksa, Asti Kurniawati, Elia Nurvista, Erythrina Baskoro, Ferdiansyah Thajib, Fitta Amelia, Jean-Pascal Elbaz, Karina Roosvita Maryanto, Muhammad A. B., Prihatmoko Catur, Sandy Yudha, Siska Raharja, Syafiatudina.

___________________________________________________________________________________________________________________________________________

[English]
Des Indes Orientales: History of Indian Community in Yogyakarta

Opening Night: Tuesday, 3 January 2012 | 18.00 – end

Public Discussion: Friday, 6 January 2012 | 16.00 – end

Exhibition: starting from 3 to 10 January 2012 | 11.00 – 20.00

All events will take place at iCAN, Jl Suryodingratan no. 39, Yogyakarta

[Free of admission and open for public]

Des Indes Orientales: History of Indian Community in Yogyakarta is a presentation of some of the findings of collaborative project initiated by KUNCI Cultural Studies Center. This event will share some of the stories and ideas explored together with India Indonesian community members in the city during the past four months. Instead of aiming at a final conclusion, the exhibition which took place from 3 to January 10, 2012 in iCAN is designed as a process which is organic and open for feedbacks from the involved communities as well as public.

This event is organized by KUNCI Cultural Studies Center in cooperation with EtnohistoriSangam House and Indonesia Contemporary Art Network (iCAN).

 

***

: :
Penulisan Sejarah Indonesia: Menuju “The New History”         Uang & Hutang dalam Pembentukan Peradaban Manusia         Pertanyaan tentang Metodologi Ilmu Sosial Indonesia         Pala, Otsus dan Kerentanan Identitas di Kaimana         Luruh dalam Kekuasaan. Lenyapnya Ilmuwan Sosial dalam Telaah Ilmu Sosial di Indonesia         Keterputusan Pemikiran Sosiologi di Indonesia         Melacak Perkembangan Antropologi Modern di Asia Tenggara         Yap Thiam Hien; Sang Warganegara         Mencari Jejak Koh I Noor         “Kamu India Asli atau India Palsu?”: Potret Tiga Perempuan dalam Keluarga Etnis India di Yogyakarta         Ah, India         Politik Identitas Mayoritas-Minoritas di India. Wawancara dengan Ram Kakarala         Fatwa Menentang Yoga: Mengurai Konflik Melawan Fundamentalisme di Indonesia (bagian 2)         Fatwa menentang Yoga: Mengurai Konflik melawan Fundamentalisme di Indonesia (bagian 1)         Perjalanan Panjang Mengenal Hindu di Yogyakarta         Praktek Rentenir masa Kolonial: Kehidupan orang Chetti di Medan akhir Abad ke-19―Awal Abad ke-20         Nasionalisme Jarak Jauh: Praktik Kultural Sebuah Keluarga India         Tanah Air (yang masih versi) Beta: “Membayangkan” Indonesia Timur dalam Film         Etnografi Konflik & Kekuasaan Nahdlatul Wathan (NW) di Lombok (bagian 2): Kharisma Maulana Syaikh         Etnografi Konflik & Kekuasaan Nahdlatul Wathan (NW) di Lombok (bagian 1)         Filsafat Lokal Patasiwa dan Siwalima dalam Masyarakat Maluku (bagian 2)         Filsafat Lokal Patasiwa dan Siwalima dalam Masyarakat Maluku (bagian 1)         “Ale Rasa Beta Rasa”: Menyusun Sejarah Bersama di Ambon (2−selesai)         “Ale Rasa Beta Rasa”: Menyusun Sejarah Bersama di Ambon (1)         Geliat Aristokrasi Dalam Politik Lokal Sumbawa         Dari Debat Geertz versus Hooykaas tentang Bali: Untuk Para Etnografer & Historian         Jiwa yang Patah: Ingatan Kekerasan dan Penderitaan di Tanah Papua         Menjadi Modern: Etnografi orang-orang Rote dan Sawu (3-Habis)         Kisah Lontar: Etnografi orang-orang Rote dan Sawu (2)         Kisah Lontar: Etnografi orang-orang Rote dan Sawu (1)         Lawan Abadi Tawuran Pelajar Kota Blitar (STMK vs STMI)         Jago dan Maskulinitas dalam Mitologi Pewayangan Jawa         Jawara dan Beragam Pemberontakan di Banten (2)         Jawara dan Beragam Pemberontakan di Banten (1)         Jagoan Jakarta Dalam Sejarah         Pecalangan dan Jagoan di Bali (3-Habis): “Dari Polisi Adat hingga Penyebar Teror”         Pecalangan dan Jagoan di Bali (2): I Wayan Doblag dan Mimpinya Menjadi Jagoan         Pecalangan dan Jagoan di Bali: Catatan Etnografis (1)         GPK: Dari Hobi Bacok, Menuju Parlemen Lokal         Saksikan Sendiri: Samson Jagoan Betawi Asli!         Biografi Preman-Preman Yogyakarta (3-habis)         Biografi Preman-Preman Yogyakarta (2)         Biografi Preman-Preman Yogyakarta (1)         Si Pitung dalam Sinema         Geng dan Negara Orde Baru (2-habis)         Jago dan Kriminalitas Pedesaan (3)         Jago dan Kriminalitas Pedesaan (2)         Geng dan Negara Orde Baru (1)         Jago dan Kriminalitas Pedesaan (1)         Satu Tungku Tiga Batu: Hubungan Tiga Agama di Teluk Patipi, Fakfak         Papua, Mau Dibawa Kemana?         Freeport: Akar Separatisme Negara         Karena Terabaikan; “Menjadi Seniman Patung Bayangan”         Pemberdayaan Radio Komunitas bagi penguatan Identitas lokal di Tanah Papua         Politik Pemekaran Daerah dan Siasat Elit Lokal di Papua         Generasi Pertama Orang Dani Pemeluk Islam (3-Habis)         Sejarah Masuknya Islam ke Masyarakat Wamena-Papua (2)         Sejarah Masuknya Islam ke Papua (1)         Ukulele Mambesak: Membayangkan Identitas Budaya Papua 1970-1980-an         Mencari Bentuk Film Indonesia (3-Habis): Lesunya Bioskop & Gagalnya Kebangkitan Film Indonesia         Mencari Bentuk Perfilman Indonesia (2): Genealogi Munculnya Film Seks, Kekerasan & Koboi         Mencari Bentuk Perfilman Indonesia (1): Revolusi & Nasionalisasi Film di Jaman Soekarno         Baku Hantam yang Keblinger dalam Merantau         Membioskopkan Santri & Pesantrennya         From Sex to Syahadat: The Market & Resurgence of Religion in Indonesian Cinema 1997-2011         Thank You, India (Movie)        

2011—2013 • ETNOHISTORI • ISSN: 2303-3762