ETNOHISTORI

Tagore and Asia: A talk with Dr. Partha Chatterjee

Etnohistori, KUNCI Cultural Studies Center, and Sangam House invites you to a talk on “Tagore and Asia” by Dr. Partha Chatterjee.

Sunday, 1 April 2012, 4 PM
at KUNCI Cultural Studies Center
Jalan Langenarjan Lor 17B, Panembahan, Kraton, Yogyakarta
*Free of admission and Open for Public

 

Short Biography

Partha Chatterjee, Ph.D. a noted Indian – Bengali author with over 100 books to his credit started off his professional career as a journalist in 1959. After having served a famous news weekly and three eminent dailies in different capacities like sub-editor, special correspondent and editor for over 32 years he joined full time University teaching. He became Professor Head and Dean of one of the India’s Central Government universities in Assam and retired in 2001.

After his retirement Dr. Chatterjee devotes full time of authorship of books. He provides motivation and re-education to children and youths through lectures and workshops throughout the country. He has written short stories, novels, plays and essays. He now writes motivational books for the children and youths for which he has got wide readership in India and Bangladesh. Most of his books and writings have been translated in other Indian languages.

Dr. Chatterjee was honored as a Writer and Journalist in India and abroad. The Mayor of Piuria, USA conferred on him Honorary Citizenship in 1994. Government of India awarded him Senior Literature Fellowship in 2007. He was recipient of two prestigious International Fellowship as Commonwealth Press Union Fellowship 1960, Jefferson Fellowship, 1974 (The East West Center, Hawaii, USA). He is likely to get confirmation of another national Fellowship within a month.

At 73, he is alive and kicking and bringing out two and three books every year. In 2012, he has published three books one on travel, another a political book on leadership and the last one is a self help book.

He has toured 35 countries in the world. When he was a journalist he traveled with Ms. Indira Gandhi and Rajiv Gandhi in the U.N. and SAARC Conference. He has authored books on his experiences in Europe, Central Asia and China. His recent Indonesian tour will complete his Asian Sojourn which once started from Central Asia.

Dr. Chatterjee’s visit to Indonesia will be utilized in studying in Indonesia’s Past and Present and giving two or three lectures on Tagore and Vivekananda for local audience, sponsored by the Nehru – Indian Cultural Centre. Once he gave Indian Council of Social Science Research (ICSSR) sponsored lectures at the university of Melbourne and Canberra, Australia and at the University of Madison, USA.

 

 

— — — — — — —

Biografi Singkat

Partha Chatterjee, Ph.D., pengarang terkenal India – Bengali dengan karya lebih dari 100 buku memulai karir profesionalnya sebagai seorang wartawan di tahun 1959. Setelah melayani berita mingguan terkenal dan tiga berita harian terkemuka dalam berbagai kapasitasnya yang berbeda seperti sub-editor, koresponden khusus dan editor selama 32 tahun, ia kemudian mengajar penuh di universitas. Ia menjadi Professor Kepala dan Dekan dari salah satu universitas negeri pusat India di Assam dan pensiun pada tahun 2001.

Setelah pensiun Dr. Chatterjee mencurahkan waktu sepenuhnya sebagai penulis buku. Ia memberikan motivasi dan re-edukasi kepada anak-anak dan anak muda melalui ceramah dan lokakarya di seluruh negeri. Ia telah menulis cerita pendek, novel, naskah drama dan esai. Ia sekarang menulis buku-buku motivasi untuk anak-anak dan anak muda yang mana ia memiliki pembaca yang luas di India dan Bangladesh. Sebagian besar bukunya dan tulisannya telah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa India lainnya.

Dr. Chatterjee dihormati sebagai penulis dan jurnalis di India dan luar negeri. Walikota Piuria, Amerika Serikat memberikan kepadanya Warganegara Kehormatan pada tahun 1994. Pemerintah India memberikan kepadanya Beasiswa Sastra Senior pada tahun 2007. Ia adalah penerima dua Beasiswa Internasional bergengsi: Commonwealth Press Union Fellowship di tahun 1960, Jefferson Fellowship di tahun 1974 (The East West Center, Hawaii, AS). Ia kemungkinan mendapatkan lagi beasiswa nasional dalam waktu satu bulan mendatang.

Pada usia 73 tahun, ia masih aktif menulis dan menerbitkan dua atau tiga buku setiap tahun. Pada tahun 2012, ia telah menerbitkan tiga buku, satu mengenai perjalanan, satu buku tentang politik dan kepemimpinan dan yang terakhir adalah buku motivasi diri.

Ia telah berkeliling ke 35 negara di dunia. Ketika menjadi wartawan ia telah bepergian bersama Ms. India Gandhi dan Rajiv Gandhi untuk PBB dan Konferensi SAARC. Ia telah menulis buku akan pengalamannya di Eropa, Asia Tengah dan Cina. Perjalanannya ke Indonesia baru-baru ini akan melengkapi Persinggahan Asia yang dimulainya dari Asia Tengah.

Kunjungan Dr. Chatterjee ke Indonesia adalah untuk mempelajari Indonesia di Masa Lalu dan di Masa Kini dan memberikan dua atau tiga kuliah mengenai Tagore dan Vivekananda untuk hadirin lokal, disponsori oleh Pusat Kebudayaan Nehru – India. Ia telah memberikan kuliah yang disponsori ICSSR di Universitas Melbourne, Canberra, Australia dan Universitas Madison, AS.

 

 

Map/Peta:

 


[[Lihat Peta Lebih Besar]]

: :
Penulisan Sejarah Indonesia: Menuju “The New History”         Uang & Hutang dalam Pembentukan Peradaban Manusia         Pertanyaan tentang Metodologi Ilmu Sosial Indonesia         Pala, Otsus dan Kerentanan Identitas di Kaimana         Luruh dalam Kekuasaan. Lenyapnya Ilmuwan Sosial dalam Telaah Ilmu Sosial di Indonesia         Keterputusan Pemikiran Sosiologi di Indonesia         Melacak Perkembangan Antropologi Modern di Asia Tenggara         Yap Thiam Hien; Sang Warganegara         Mencari Jejak Koh I Noor         “Kamu India Asli atau India Palsu?”: Potret Tiga Perempuan dalam Keluarga Etnis India di Yogyakarta         Ah, India         Politik Identitas Mayoritas-Minoritas di India. Wawancara dengan Ram Kakarala         Fatwa Menentang Yoga: Mengurai Konflik Melawan Fundamentalisme di Indonesia (bagian 2)         Fatwa menentang Yoga: Mengurai Konflik melawan Fundamentalisme di Indonesia (bagian 1)         Perjalanan Panjang Mengenal Hindu di Yogyakarta         Praktek Rentenir masa Kolonial: Kehidupan orang Chetti di Medan akhir Abad ke-19―Awal Abad ke-20         Nasionalisme Jarak Jauh: Praktik Kultural Sebuah Keluarga India         Tanah Air (yang masih versi) Beta: “Membayangkan” Indonesia Timur dalam Film         Etnografi Konflik & Kekuasaan Nahdlatul Wathan (NW) di Lombok (bagian 2): Kharisma Maulana Syaikh         Etnografi Konflik & Kekuasaan Nahdlatul Wathan (NW) di Lombok (bagian 1)         Filsafat Lokal Patasiwa dan Siwalima dalam Masyarakat Maluku (bagian 2)         Filsafat Lokal Patasiwa dan Siwalima dalam Masyarakat Maluku (bagian 1)         “Ale Rasa Beta Rasa”: Menyusun Sejarah Bersama di Ambon (2−selesai)         “Ale Rasa Beta Rasa”: Menyusun Sejarah Bersama di Ambon (1)         Geliat Aristokrasi Dalam Politik Lokal Sumbawa         Dari Debat Geertz versus Hooykaas tentang Bali: Untuk Para Etnografer & Historian         Jiwa yang Patah: Ingatan Kekerasan dan Penderitaan di Tanah Papua         Menjadi Modern: Etnografi orang-orang Rote dan Sawu (3-Habis)         Kisah Lontar: Etnografi orang-orang Rote dan Sawu (2)         Kisah Lontar: Etnografi orang-orang Rote dan Sawu (1)         Lawan Abadi Tawuran Pelajar Kota Blitar (STMK vs STMI)         Jago dan Maskulinitas dalam Mitologi Pewayangan Jawa         Jawara dan Beragam Pemberontakan di Banten (2)         Jawara dan Beragam Pemberontakan di Banten (1)         Jagoan Jakarta Dalam Sejarah         Pecalangan dan Jagoan di Bali (3-Habis): “Dari Polisi Adat hingga Penyebar Teror”         Pecalangan dan Jagoan di Bali (2): I Wayan Doblag dan Mimpinya Menjadi Jagoan         Pecalangan dan Jagoan di Bali: Catatan Etnografis (1)         GPK: Dari Hobi Bacok, Menuju Parlemen Lokal         Saksikan Sendiri: Samson Jagoan Betawi Asli!         Biografi Preman-Preman Yogyakarta (3-habis)         Biografi Preman-Preman Yogyakarta (2)         Biografi Preman-Preman Yogyakarta (1)         Si Pitung dalam Sinema         Geng dan Negara Orde Baru (2-habis)         Jago dan Kriminalitas Pedesaan (3)         Jago dan Kriminalitas Pedesaan (2)         Geng dan Negara Orde Baru (1)         Jago dan Kriminalitas Pedesaan (1)         Satu Tungku Tiga Batu: Hubungan Tiga Agama di Teluk Patipi, Fakfak         Papua, Mau Dibawa Kemana?         Freeport: Akar Separatisme Negara         Karena Terabaikan; “Menjadi Seniman Patung Bayangan”         Pemberdayaan Radio Komunitas bagi penguatan Identitas lokal di Tanah Papua         Politik Pemekaran Daerah dan Siasat Elit Lokal di Papua         Generasi Pertama Orang Dani Pemeluk Islam (3-Habis)         Sejarah Masuknya Islam ke Masyarakat Wamena-Papua (2)         Sejarah Masuknya Islam ke Papua (1)         Ukulele Mambesak: Membayangkan Identitas Budaya Papua 1970-1980-an         Mencari Bentuk Film Indonesia (3-Habis): Lesunya Bioskop & Gagalnya Kebangkitan Film Indonesia         Mencari Bentuk Perfilman Indonesia (2): Genealogi Munculnya Film Seks, Kekerasan & Koboi         Mencari Bentuk Perfilman Indonesia (1): Revolusi & Nasionalisasi Film di Jaman Soekarno         Baku Hantam yang Keblinger dalam Merantau         Membioskopkan Santri & Pesantrennya         From Sex to Syahadat: The Market & Resurgence of Religion in Indonesian Cinema 1997-2011         Thank You, India (Movie)        

2011—2013 • ETNOHISTORI • ISSN: 2303-3762