- Tentang Kumpul Kebo, Andi Hamzah, dan Dinamika Adat Mentawai: Komentar Ringkas oleh Darmanto
- Santren dan Pengrajin Kayu di Kota Blitar oleh Arif Agus Setiawan
- Selubung Kekuasaan Para Wali Masyarakat: Pengalaman Membaca The Will to Improve oleh Darmanto
- “Sektor Informal” Pedagang Kaki Lima di Kota Blitar oleh Arif Agus Setiawan
- Etnografi Ekspatriat [Bule] di Yogyakarta oleh Anne-Meike Fechter
- Pulung Gantung; Membalik Teror menjadi Peringatan Bahaya oleh Pandu Yuhsina Adaba
- AREMA: Sebuah Identitas oleh Faris Rusydi Aliyverdana
- Nonton Bola di Gajayana: Sebuah Catatan Lapangan oleh Antariksa
- Sejarah Popularitas dan Kompleksitas Supporter Arema oleh Randi Satria Gunadi
- Dari Peringatan 500 Tahun Sunan Kalijaga: Sebuah Catatan oleh Sarah Monica
- “Tak Ada Rotan, Akar pun Jadi” (Kisah Gedung Inspektorat Sukabumi) oleh Anna Mariana
- Tosssss!!! Cak Kopral oleh Bosman Batubara
- Empat Musim di Oude Markt, Leuven oleh Bosman Batubara
- Membongkar Kebisuan: Jugun Ianfu Indonesia (Catatan Diskusi) oleh Anna Mariana
- Sekelumit Kisah tentang Orang-Orang Terbuang oleh Dimas Dhifka Saputro
- Perubahan Ruang Sosial Pada Empat Ruang Publik Utama Kota Blitar: Sebuah Catatan oleh Arif Agus Setiawan
- Gardu yang Menjaga Kampung Jogja oleh Khidir Marsanto
- Sumbangan Ilmu Sejarah Untuk Kemanusiaan. Refleksi Pekerja Kemanusiaan oleh Ita Fatia Nadia
- James Peacock dan Drama orang Jawa oleh Hatib Abdul Kadir
- Malcolm Caldwell & Ernest Utrecht, Sejarah Alternatif Indonesia, 2011 oleh Ahmad Nashih Luthfi
- Ketika Presiden “Takut” dengan Macan Ompong oleh Hatib Abdul Kadir
C A T A T A N


