Membaca Jakarta melalui Memori Kaum Elit dan Intelektual

Memori Elit Melihat Wajah Jakarta
LEDAKAN permasalahan sosial di Jakarta sudah semakin membuncah. Tajamnya kesenjangan sosial, kelas menengah ke bawah yang tidak bisa mengakses perumahan murah, hingga transportasi perkotaan telah menjadi cerita lama di Ibukota Indonesia, Jakarta. Sehingga tak heran jika belakangan ini muncul kembali isu lama untuk memindahkan ibukota ke Palangkaraya di Pulau Kalimantan atau ke Sidrep di Sulawesi Selatan. Jakarta sudah sering dilihat dari kacamata birokrasi atau warga klas bawah yang marah. Lantas bagaimana… [selengkapnya]
Sebuah Buku Antropologi Poskolonial “yang Terlupakan“

Di pertengahan tahun 1960-an, Richard Milhous Nixon dengan resmi mengumumkan perang terhadap Vietnam. Ribuan orang bereaksi terhadap ide kontroversial ini. Tak luput pula departemen-departemen antropologi di Amerika Serikat dan Inggris bersikap keras terhadap kebijakan ini. Refleksi ini memunculkan pemikiran kembali terhadap teori dan metode yang dilakukan oleh para antropolog dalam melihat wilayah-wilayah kolonial. Buku Reinventing Anthropology yang diterbitkan oleh para antropolog ”Marxian” di Amerika Serikat mempunyai pasangannya di… [selengkapnya]
Dalam Hal Seks & Kuasa-pun Perlu Ada Ketawa

oleh: Benedict Richard O'Gorman Anderson
Asal mulanja sederhana. Pada suatu waktu saja terima satu imel dari seorang jang saja tidak kenal, bernama Hatib Abdul Kadir. Dengan sangat hormat, dia minta saja menulis satu kata pengantar untuk tjalon bukunja jang djudulnja adalah Tangan-tangan Kuasa Dalam Kelamin. Tjukup berbau tjabul, bukan? Karena mengetahui bahwa di Indonesia pasca-reformasi buku2 murahan dan sensasional tentang seks laku berat di pasaran, semula saja tidak tertarik. Tapi, dasar antropolog gagal atawa detektip amatiran, saja pengen… [selengkapnya]
Babes with Guns: Re-Reading Ann Kumar's Prajurit Perempuan Jawa

Book Review:
Ann Kumar, Prajurit Perempuan Jawa: Kesaksian Ihwal Istana dan Politik Jawa Akhir Abad Ke-18, (Javanese Court Society and Politics in the Late Eighteenth Century: The Record of a Lady Soldier), Translated by Mikael Johani, Komunitas Bambu, Depok, 2008. (English edition, 1980).
Ann Kumar’s work (1980, 2008) on the role of women in the courts of Central Java in the 18th century is of vital importance to historians today for in her study of the biographies and memoirs left behind by the prajurit estri (female soldiers) of the court… [selengkapnya]
Moral Ekonomi Petani: Antara Subsistensi dan Resistensi

Ulasan Buku oleh: Victor T. King*
Buku James C. Scott, "The Moral Economy of The Peasant. Rebellion and Subsistence in Southeast Asia" (1976) ini mengkompilasi dan mensintesiskan keluasan sejarah beserta data-data numerik yang tersedia selama periode kolonial. Ekspansi negara-negara barat dan kapitalisme global di era kolonialisme abad 19 dan 20, pada gilirannya mengubah pandangan petani terhadap ekonomi secara dramatis. Istilah “ekonomi moral” di buku Scott ini diambil dari istilah Edward Palmer Thompson dalam sebuah studi klasiknya mengenai… [selengkapnya]
Joel S. Kahn dalam Formasi Sosial-Ekonomi orang Minangkabau

Ulasan Buku oleh: Victor T. King*
JOEL S. Kahn adalah seorang neo-Marxis, murid seorang antropolog beraliran kiri, Maurice Bloch dari Perancis. Buku Kahn ini cukup memberikan kerangka untuk memahami struktur dan perubahan dalam masyarakat matrilineal Minangkabau di Sumatera Barat, dan transformasinya yang lebih luas pada masyarakat Indonesia semenjak kontak awal dengan Belanda di abad ke tujuh belas. Ia melakukan studi lapangan pada tahun 1970-1972 di distrik dataran tinggi Agam, ibukotanya Bukit Tinggi. Kahn menekankan kajiannya dengan… [selengkapnya]
On the Subject of “Java“: Negara dalam Ritual Politik Manusia Jawa

review oleh: Victor T. King*
Dalam bukunya “On the Subject of Java” (1994), Pemberton menganalisis kultur orang Jawa dalam mendominasi politik Indonesia. Elit-elit politik Jawa memainkan semacam konsep-konsep “nilai-nilai tradisional”, “ritual”, dan “warisan kultural” untuk menjaga kontrol yang terpusatkan dan tatanan dalam Negara. Buku ini menceritakan kepada kita tentang cara-cara dimana identitas orang Jawa telah dikreasikan dan ditransformasikan, namun yang paling penting terangkaikan dalam ranah praktik dan ideologi rejim… [selengkapnya]
Lost in Mall: Sebuah Etnografi Klas Menengah Indonesia

Review oleh: Hatib Abdul Kadir*
Buku Lost in Mall: An Ethnography of Middle-Class Jakarta in the 1990s (2011, KITLV Press) ini melayang langsung dari penulis ke saya pada medio bulan Juni 2011. Lizzy van Leeuwen mengawali penulisan buku ini dengan mengakui keterkejutannya ketika para informan yang diikutinya semakin kaya di medio tahun 1990-an. Sebelumnya Lizzy menulis tentang gaya hidup para klas menengah dalam menikmati ruang-ruang ber-AC di Jakarta. Lizzy seakan hendak menunjukkan bahwa sekali menjadi orang kaya di Indonesia, sulit untuk jatuh… [selengkapnya]
Pemikiran Agraria Bulaksumur: Telaah Awal atas Pemikiran Sartono Kartodirdjo, Masri Singarimbun, dan Mubyarto

Penulis : Ahmad Nashih Luthfi, Amien Tohari, dan Tarli NugrohoPenerbit : STPN Press, Yogyakarta; dan Sajogyo Institute, BogorCetakan : I, 2010Halaman : xii + 325 halaman
Ulasan buku oleh: Moh. Musthofa Harun*
Tulisan sederhana ini berangkat dari rasa hormat dan takzim sepenuhnya pada Sartono Kartodirdjo, Masri Singarimbun, dan Mubyarto. Hanya dengan menyebut atau mendengar nama ketiga begawan ini saja, perasaan segera bergetar. Getaran yang secara aneh diombang-ambingkan antara kebanggaan dan kesedihan,… [selengkapnya]
Budaya Kebersihan dalam Sejarah Indonesia

Cleanliness & Culture. Indonesian Histories*
Kees van Dijk & Jean Gelman Taylor (eds.)
Review buku oleh: Hatib Abdul Kadir**
Di periode akhir pemerintah kolonial, makna bersih bukan hanya mengenai tubuh yang higienis, namun juga terjauh dari penyakit menular yang dibawa oleh masyarakat miskin. Sedangkan di masa pemerintah Orde Baru, orang-orang yang dianggap "bersih" adalah mereka yang tidak terlibat dalam segala aktivitas Partai Komunis Indonesia (PKI) di masa lalunya. Buku ini sangat penting dalam melihat perkembangan sejarah… [selengkapnya]
Menelisik Masyarakat Kulit Putih di Indonesia

Review buku oleh: Hatib Abdul Kadir*
-
Buku tentang kehidupan masyarakat kulit putih di Indonesia selama ini hanya diteliti oleh para sejarawan. Beberapa telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, seperti karya Frances Gouda (Dutch Culture Overseas: Praktik Kolonial di Hindia Belanda 1900-1942); Rudolf Mrazek (Engineers of Happy Land, Perkembangan Teknologi dan Nasionalisme); Jean Gelman Taylor (Kehidupan Sosial di Batavia) hingga yang paling terbaru di tahun 2010 telah terbit karya Reggie Baay (Nyai dan Pergundikan di Hindia Belanda). Namun… [selengkapnya]
Clifford Geertz Menafsirkan Kuasa dan Masyarakat Bali

Review oleh: Hatib Abdul Kadir*
Dalam buku "Negara Teater" ini Clifford Geertz mengkombinasikan pemahaman etnografi dalam peranan ritual sebagai bagian dari politik. Geertz menafsirkan masyarakat Bali terekspresikan secara simbolis melalui pandangan politiknya. Ia membidik dengan detail ritual kaum bangsawan termasuk berbagai perangkat lokalitasnya; hubungan “feodal” dalam keseharian antara penduduk dengan tuan tanah serta politik irigasi dan perdagangan. Demikian pula Geertz melihat ritual di Bali, seperti pemotongan gigi; pembersihan… [selengkapnya]
“Mereka Keriting & Suka Berperang“...: Catatan buku Indonesia Timur Tempo Doeloe

review oleh: Hatib Abdul Kadir*
Dalam waktu singkat, kami pun segera dikelilingi oleh sekumpulan pria dan wanita yang bertubuh tinggi, berperawakan tegak, berambut keriting dan berkelakuan cukup baik. Tampaknya mereka menganggap kami sebagai suatu hal yang sangat asing sekaligus menarik. Sangat jelas bahwa mereka jarang bertemu dengan orang berkulit putih, karena agaknya warna kulit kami membuat mereka begitu tertarik. Mereka menelusur kaki-kaki kami, lengan dan juga wajah. Mereka meraba dengan pelan dan kemudian memeriksa jari-jari mereka… [selengkapnya]